Pemodelan Harga Beras Menggunakan Model ARIMA Untuk Prediksi Tren Harga Pangan
DOI:
https://doi.org/10.47970/siskom-kb.v9i3.968Keywords:
Harga Beras, Prediksi, Pemodelan Deret Waktu, ARIMAAbstract
Beras merupakan komoditas pangan pokok dengan harga yang fluktuatif dan berdampak signifikan terhadap stabilitas ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan dan memprediksi tren harga grosir beras bulanan di Indonesia menggunakan pendekatan pemodelan deret waktu ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average). Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk periode Januari 2018 hingga September 2025. Setelah melalui tahap pra-pemrosesan, identifikasi model terbaik menghasilkan spesifikasi ARIMA (1, 1, 0). Evaluasi model menunjukkan tingkat akurasi yang sangat baik dan signifikan secara statistik, dengan nilai MAPE sebesar 5,93% dan RMSE sebesar 872,70. Tingkat akurasi ini dicapai karena model mampu menangkap pola Autoregressive (p = 1) serta tren kenaikan (d = 1) dalam data. Hasil peramalan untuk 12 bulan ke depan memproyeksikan harga beras akan cenderung stabil pada kisaran Rp14.289 per kilogram pada periode Oktober 2025 hingga September 2026. Meskipun model ARIMA terbukti andal untuk peramalan jangka pendek, keterbatasan sifat univariatnya menyiratkan perlunya pengembangan lebih lanjut menggunakan pendekatan multivariat.








