PENGARUH ABSORPTIVE CAPACITY TERHADAP EFEKTIFITAS TRANSFER TEKNOLOGI, SEBUAH STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN VAKSIN DI BANDUNG, INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.47970/jml.v7i2.447Kata Kunci:
transfer teknologi, kapasitas daya serap, perusahaan vaksinAbstrak
Absorptive capacity merupakan variabel yang terbukti berpengaruh terhadap efektifitas transfer teknologi pada penelitian yang dilakukan sebelumnya. Sedikit dari penelitian tersebut yang meneliti variabel ini pada sektor perusahaan industri vaksin. Penelitian ini berupa studi empiris dengan tujuan untuk melihat pengaruh absorptive capacity dan setiap dimensi penyusunnya yaitu kemampuan mengenali, kemmapuan mendapatakan, kemampuan asimilasi, dan kemampuan menerapkan terhadap efektifitas transfer teknologi yang dilakukan pada perusahaan vaksin. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah proportional stratified random sampling dimana data diolah secara statistik kuantitatif. Data penelitian dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner berisi 43 pertanyaan kepada 114 responden target yang berasal dari karyawan dengan level jabatan strategis di peusahan vaksin yang diteliti. Metode statistik kuantitaif dengan software SPSS digunakan untuk menganalisis data hasil penelitian meliputi analisis regresi, analisis korelasi Pearson Product Moment, dan analisis dampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat absorptive capacity dari perusahaan vaksin yang diteliti memberikan pengaruh positif yang signifikan secara statistik terhadap efektifitas transfer teknologi yang dilakukan. Setiap dimensi absorptive capacity secara terpisah terbukti memberikan pengaruh positif yang signifikan secara statistik terhadap efektifitas transfer teknologi dengan urutuan dari yang memberikan pengaruh terbesar yaitu kemampuan menerapkan, kemampuan asimilasi, kemampuan mengenali, dan kemampuan mendapatkan. Temuan pada penelitian ini bisa dijadikan rujukan oleh stakeholder perusahaan sebagai dasar dalam mempertahankan dan menimgkatkan absorptive capacity mereka berdasarkan urutan besar pengaruh dari masing-masing dimensi yang diteliti dalam upaya meningkatkan efektifitas transfer teknologi kedepannya.