Tundaan Pada Simpang Bersinyal Dengan Manajemen Lalu Lintas Di Klender, Jakarta

Authors

  • Harwidyo Eko Prasetyo Prodi Teknik Sipil, Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Andika Setiawan Prodi Teknik Sipil, Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Irnanda Satya Soeratmodjo Prodi Teknik Sipil, Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Galih Wicaksana Prodi Teknik Sipil, Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Djudjun Rusmiatmoko Prodi Arsitektur, Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang
  • Sutik Sutik Prodi Teknik Sipil, Universitas Semarang

DOI:

https://doi.org/10.47970/snarstek.v2i1.563

Keywords:

Derajat Kejenuhan, Eksisting, Larangan Belok, Simpang Bersinyal

Abstract

Terjadinya peningkatan jumlah penduduk akan berdampak juga terhadap peningkatan terkait kebutuhan transportasi setiap individu pada suatu wilayah. Akibat dari meningkatnya kebutuhan transportasi tersebut berdampak kepada kegiatan lalu lintasnya  yang sering kali menjadi permasalahan terkait kemacetan, khususnya pada sebuah persimpangan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian pada simpang bertujuan agar dapat menyelesaikan permasalahan terkait kemacetan tersebut. Penelitian ini dilakukan pada kondisi eksisting simpang bersinyal di Klender, Jakarta Timur. Survei dilakukan dengan melakukan pengamatan dan pengumpulan data yang dilakukan pukul 06.00 – 21.00 WIB. Data hasil pengumpulan volume kendaraan baik sepeda motor, mobil dan kendaraan besar berupa data primer terkait kondisi geometrik eksisting jalan, data arus lalu lintas. Analisa dilakukan pada kondisi eksisting untuk melihat aktual yang ada dilapangan. Lalu setelah didapat dan hasil kondisi eksisting untuk nilai DS >0,85 maka dilakukan rekayasa lalu lintas. Rekayasa berupa pelarangan belok kanan. Berdasarkan hasil analisis pada kondisi eksisting didapatkan nilai derajat kejenuhan (DS) pada lengan A sebesar 1,03; lengan B sebesar 0,98 dan lengan C sebesar 0,93. Setelah dilakukan analisis rekayaskata lalu lintas larangan belok dan pengaturan ulang fase, nilai derajat kejenuhan (DS) mengalami penurunan pada lengan A sebesar 0,85; lengan B sebesar 0,83 dan lengan C sebesar 0,60.

Downloads

Published

2024-01-29