SISTEM AKUAPONIK CERDAS BERTENAGA SURYA UNTUK KETAHANAN PANGAN MANDIRI

Authors

  • Naufal Al-Fattah Erdiansyah Institut Teknologi Sains Bandung
  • Dimas Andriya Institut Teknologi Sains Bandung
  • Muhammad Irfan Institut Teknologi Sains Bandung
  • Hanifadinna Hanifadinna Institut Teknologi Sains Bandung

DOI:

https://doi.org/10.47970/snarstek.v2i1.499

Keywords:

Akuaponik, Energi surya, Lahan sempit, Penyedia pangan

Abstract

Dewasa ini permasalahan lahan untuk bercocok tanam menjadi hal krusial karena dampaknya terhadap kebutuhan pangan. Di Indonesia sendiri lahan sudah banyak yang menurun kualitasnya sehingga membuat lahan yang ada menjadi terbengkalai dan kurang produktif. Hal ini tentu akan menjadi penghambat pembangunan terutama dibidang pertanian, ditambah lagi dengan kecepatan pertumbuhan penduduk yang sangat sulit untuk dikendalikan sehingga semakin sempitnya lahan untuk pertanian karena kebutuhan lahan untuk pemukiman terus bertambah. Kondisi ini dapat menyebabkan kekurangan pangan di Indonesia karena tidak bisa menjamin pasokan pangan untuk memenuhi kebutuhan seluruh penduduk. Di samping itu, penggunaan energi di Indonesia terus meningkat juga sejalan dengan pertambahan penduduk. Peningkatan kebutuhan energi di Indonesia dapat dilihat dari pengeksploitasi yang berlebihan terhadap bahan bakar fosil. Sedangkan, ketersediaannya terus mengalami pengurangan dan proses alam memerlukan waktu yang sangat lama untuk dapat menyediakannya lagi. Sementara itu, energi listrik masih mengandalkan bahan bakar fosil sebagai sumber utamanya. Berdasarkan permasalahan tersebut, solusi melalui penelitian ini adalah dilakukannya perancangan sistem akuaponik cerdas bertenaga surya. Akuaponik bertenaga surya menjadi solusi inovatif untuk mengatasi masalah lahan dan energi. Teknologi akuaponik ini dirancang dengan mengkombinasikan antara panel surya dan Internet of Things (IoT) sebagai pengontrol pompa otomatis dan lampu. Listrik yang dihasilkan oleh panel surya dipakai untuk sumber daya pompa serta lampu. Data yang diterima akan dikirim melalui aplikasi yang dirancang menggunakan MIT App Inventor dan dapat dipantau melalui ponsel pintar berbasis android. Teknik akuaponik yang dipakai adalah Deep Flow Technique (DFT) dengan menggenangkan air dalam pipa PVC. Pengujian yang dilakukan terhadap NodeMCU dan cepatnya reaksi aplikasi adalah 3 detik, dan hasil dari pengujian panel surya dan daya yang dihasilkan adalah dalam satu hari dapat digunakan untuk menyalakan pompa dan lampu selama 8,3 jam.

Downloads

Published

2023-01-22