Redesain Interior Perpustakaan SMAN 12 Surabaya dengan Konsep Creative Eco-Learning
DOI:
https://doi.org/10.47970/arsitekta.v8i01.1136Keywords:
Desain Interior Sekolah, Eco-Design, Creative Learning Environment, Furnitur Modular, Eco-SchoolAbstract
Krisis iklim global menuntut sektor bangunan pendidikan untuk menekan emisi karbon, salah satunya melalui pengembangan konsep eco-school. SMAN 12 Surabaya, sebagai peraih penghargaan Adiwiyata tingkat nasional, masih menghadapi kendala pada area perpustakaan yang belum optimal dalam mendukung identitas tersebut. Permasalahan utama meliputi kenyamanan termal akibat orientasi bangunan, minimnya pencahayaan alami, serta tata letak dan furnitur yang kurang fleksibel untuk mendukung metode pembelajaran modern. Penelitian ini bertujuan untuk meredesain interior perpustakaan SMAN 12 Surabaya dengan menerapkan konsep Creative Eco-Learning. Metode penelitian yang digunakan adalah Design Thinking yang meliputi tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan test. Hasil redesain menunjukkan bahwa penerapan prinsip eco-design melalui optimalisasi penghawaan alami, penggunaan material berkelanjutan, dan integrasi furnitur modular dapat meningkatkan kualitas lingkungan belajar. Penelitian ini memberikan kontribusi pada diskursus arsitektur berkelanjutan dengan membuktikan bahwa integrasi aspek psikologis (Creative Learning) dan teknis (Eco-Design) dapat menjadi standar baru dalam revitalisasi fasilitas pendidikan di wilayah tropis. Hasil ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi sekolah Adiwiyata lainnya dalam mensinkronkan kurikulum lingkungan dengan infrastruktur fisik yang responsif.





